Kebudayaan Ziarah Kubur

Pada awal sejarah Islam, ziarah ke kubur baik laki-laki mapun perempuan dilarang, karena dikhawatirkan dapat menggoncanngkan keimanan orang yang berziarah. Namun ketika iman dan aqidah umat Islam sudah kuat dan mantap, maka ziarah kubur diperbolehkan bahkan dianjurkan agar kita ingat bahwa suatu saat juga akan mati. Disamping itu ziarah kubur juga untuk mendoakan orang tua dan sesepuh yang sudah meninggal. Itu sesuai dengan hadits Rasulullah :
Kebudayaan Ziarah Kubur

Kuntu nahaytukum ‘an ziyarah al-kubr fa zuruha”, artinya: “Saya pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah”.

Dari pengertian hadits tersebut dapat dipahami secara umum larangan dan anjuran baik bagi laki-laki maupun perempuan bahkan bagi non muslim diperbolehkan dengan syarat tidak memberi salam dan tidak mendoakan, tetapi sekedar mengingatkan diri akan kematian.

Sedangkan tata cara berziarah ialah bagi setiap orang yang memasuki kuburan diperintahkan untuk mengucapkan salam demikian juga tatkala meninggalkan kubur.

Jenis ritual seperti kebudayaan ziarah kubur, disamping dilakukan oleh masyarakat santri tradisional melalui proses menyesuaikan diri dengan teks-teks normatif, dasar legitimasinya juga diperoleh melalui proses menyesuaikan diri dengan nilai-nilai lama yang tertanam di dalam tradisi masyarakat lokal.

Nilai-nilai lama yang hidup di dalam masyarakat dan melandasi kesadarannya untuk melakukan aktivitas ritual kubur tersebut adalah sebuah penghormatan kepada para leluhur sehingga ritual ziarah kubur tersebut terus-menerus dilakukan secara berulangulang.




3 comments

avatar

hm,....boleh juga jadi bahan renungan neh...salam bro, tetap semangat dan sukses yah...btw, dukung aku di kontes fajar yah...ditunggu komennya lo...ini linknya kalo mo ke tkp :
http://fajarseraya.com/mengenal-watak-blogger-melalui-website-pribadinya

avatar

sudah menjadi tradisi nih ziara ke kuburan, teriutama pada saat hari raya.

avatar

setiap kali saya diajak berziarah ke kuburan kadang saya merasa takut, namanya juga kuburan kadang angker tempatnya.

biasanya yg paling sering ziarah sech pas mau puasa, sama pas mau hari raya. bahasa jawanya sech 'nyekar'