PSIKOLOGI ISLAM DALAM TINGKAH LAKU

Tingkah laku pada umumnya ialah berorientasi pada eksperimen dan menyadari perbedaan akan adanya pengaruh factor kebudayaan dalam pembentukan tingkah laku.Untuk mendapatkan tingkah laku yang sempurna dalam tatanan psikologi islam. Subjek harus terlebih dahulu mengenal ”kesadaran diri” dalam diri subjek itu tersebut. Kesadaran diri tersebut dapat diartikan dengan mengenal diri,paham diri,dan juga insaf.
PSIKOLOGI  ISLAM  DALAM  TINGKAH  LAKU

Sedangkan pengertian kesadaran diri dalam psikologi adalah dengan akal budi yang dimiliki, manusia mengetahui apa yang dilakukan dan mengapa ia melakukannya. Sedangkan Soemarno Soedarsono, menjelaskan bahwa kesadaran diri merupakan upaya perwujudan jati diri pibadi. Tinjauan tentang kesadaran diridikaji melalui suatu aliran psikologi yang dinamakan psikoanalisis, yaitu aliran psikologi yang menekankan analisis struktur kejiwaan manusia yang relative stabil dan menetap.Dalam buku “nuansa-nuansa Psikologi Islam”, Abdul Mujib dan Jusup Mudzakir memaparkan ciri utama aliran psikoanalisis, yaitu:


  1. Penentuan aktivitas manusia yang didasarkan pada struktur jiwa yang terdiri atas id, ego, dan super ego.
  2. Memiliki prinsip bahwa penggerak utama struktur manusia adalah libido, sedang libido yang terkuat adalah libido seksual.
  3. Membagi tingkat kesadaran manusia atas tiga alam; yaitu alam pra-sadar (the preconscious), alam bawah sadar (the unconscious), dan alam sadar (the conscious).

Dalam upaya mengembangkan diri manusia harus menggunakan akal, perasaan, kehendak pribadi,dan memanfaatkan seluruh unsur jasmani dan rohaninya demi mencapai tingkat yang stabil dan kuat. Artinya, manusia melaksanakan dorongan-dorongan positif, dan sebaliknya menolak yang negatif,demi tercapainya suatu tahapan. Kondisi seperti itulah yang bias dikatakan bahwa manusia telah berhasil menjadi dirinya.

Keinginan manusia untuk mencapai aktualisasi diri,sering kali dikaitkan dengan realitas disekitarnya. Kecenderungan manusia untuk merubah merupakan suatu proses pembentukan kepribadian atau karakter. Pada dasarnya pembentukan kepribadian adalah suatu proses pembentukan tingkah laku seseorang. Hal itu akan menampilkan sikap dan perilaku yang berbeda. Dari proses pencapain kebutuhan ini, muncul beberapa kesalahan pemahan (persepsi) tentang kesadaran diri.Dengan kata lain,manusia hanya mengacu pada perkembangan wacana ataupun mode di masyarakat untuk memanipulasi dirinya menjadi serupa dengan sosok yang diinginkan. Dalam hal ini, unsur yang tidak terpenuhi dalam konsep kesadaran diri adalah unsur mengenal terhadap diri.

Asumsi yang berkembang dan membudaya di masyarakat adalah berwujud wacana yang berkata bahwa memiliki kesadaran diri berarti seseorng mampu melakukan sesuatu yang diyakini benar dan sesuai dengan perencanan yang dibuat sebelumnya. Dengan demikian, komdisi ini dimaknai dengan sebuah komitmen dan konsistensi atau sesuatu yang telah direncanakan. Dalam upaya mengembangkan diri, manusia harus menggunakan akal, perasaan, kehendak pribadi, dan memanfaatkan seluruh unsur jasmani dan rohaninya demi mencapai tingkat yang stabil dan kuat. Artinya, manusia melaksanakan dorongan-dorongan positif, dan sebaliknya menolak yang negatif, demi tercapainya suatu tahapan. Kondisi seperti itulah yang biasa dikatakan manusia telah berhasil menjadi dirinya sendiri.

Sedangkan dalam perspektif Islam, M.Ali Shomali menyebutkan bahwa pengenalan terhadap diri (kesadan diri) itu berurusan wujud diri dan kondisi fisik manusia. Kesadaran diri tidak berurusan dengan pengertian fisik,melainkan berurusan dengan dimensi rohani dari kehidupan.Dari sudut pandang Islam, ada sebuah gambaran berupa desakan bagi manusia (khususnya umat Islam) untuk tidak hanya menfokuskan diri pada jiwa (rohani) dengan mengesampingkan dunia fisik yang material; dan sebaliknya, tidak hanya berfikir dunia material, tanpa mengimbanginya dengan pemenuhan kebutuhan jiwa.

Dalam upaya menelusuri seluruh unsur dalam diri manusia, maka perlu dipahami terlebih dahulu bahwa manusia dapat ditelaah melalui berbagai saluran. Saluran pertama,manusia dianggap sebagai makhluk sadar di dunia. Sudut pandang ini bertujuan untuk menerangkan manusia sebagai makhluk yang dinamis. Saluran kedua,manusia dianggap sebagai pribadi yang tinggal di antara makhluk dunia yang lain. Sudut pandang ini mengarah pada suatu garis pikiran dimana manusia diterangkan sebagai bagian dari suatu evolusi semesta alam yang memainkan peranannya sendiri.

Dalam kesadaran diri, manusia dihadapkan pada dua sisi yang saling bertolak belakang, yakni mengenal kekuatan yang dimiliki dan mengetahui kelemahan yang ada pada diri. Diantara keduanya terdapat suatu sinergi, yaitu apabila suatu pribadi dapat menggunakan secara proporsional dan optimal, maka puncak keberhasilan pribadi akan mungkin dapat dicapai.

Kesadaran diri adalah alat control kehidupan untuk mencapai tingkah laku yang sempurna dalam psikologi islam. Dan pemahaman baru tentang hakikat keberadan manusia, bahwa keadaan fisik dan keadaan empiris tidak dapat dijadikan sebagai acuan dalam menentukan derajat keagaman (spiritual) manusia. Tingkah laku yang sempurna tidak lepas dari kesadaran manusia sendiri.

Remot Control

Remot kontrol ialah penggunaan sinyal-sinyal radio untul mengontrol secara cermat dan dengan jarak yang jauh. Dengan remot control kita bisa mengendalikan saluran dengan jarak jauh. Remot dapat berfungsi apabila adanya sinyal. Untuk remot multi–chanel memerlukan prosedur yang sedikit komplek atau rumit. Antara lain suatu remot terdiri atas sinyal perantara dari berbagai frekwensi. Setelah terjadi modulasi penerimaan sinyal, frekwensi yang cocok akan bekerja untuk memisahkan sinyal–sinyal penerima. Peralatan elektonik sekarang ini banyak menggunakan prosedur digital dalam pengoperasikan remot control.
Remot Control

Penggunaan remot control dalam bidang industri, remot control digunakan untuk mengontrol material-material, stasion pembangkit tenaga dan HVDC. Untuk pengoperasikan remot control dalam bidang industri tersebut menggunakan system PLC dengan gelombang lurus.

Remot Control Personal Response System ( Sistem Respons personal ). PRS agar bisa membuat sekumpulan orang untuk memilih jawaban dari sebuah pertanyaan. Setiap orang yang memegang remot control dangan memencet tombol sesuai dengan pilihannya. Setiap remot terhubung dengan computer via alat penerima sinyal yang menyebar disekeliling ruangan. Setelah berberapa waktu system berhenti ketika pemegang remot memencet tombol yang diinginkan dan diterima sinyal dan kemudian merekap hasil. Yang biasanya hasilnya secara cepat ditampilkan melalui proyektor dalam bentuk garis-garis grafik. Dalam hal ini setiap remot control mempunyai setting nomer-nomer seri yang dimasukkan pada computer sehingga sinyal dapat menangkap dan diidentifikasi dalam database.

Prinsip kerja remot control yaitu remot yang dipegang oleh orang yang menentukan pilihan menekan tombol pilihan selanjutnya remot mengirim sinyal atau gelombang lurus ( infra merah ) yang kemudian diteruskan pada computer penerima sinyal dan kemudian merekap hasil dan kemudian frekwensi yang cocok akan bekerja untuk memisahkan sinyal–sinyal yang diterima tersebut kemudian secara cepat ditampilkan melalui proyektor dalam bentuk garis-garis.